Memberi untuk diberi
Jenuh itu wajar, tapi jangan terlalu larut dalam kejenuhan. Kadang saat kaya gini butuh motivasi atau mood booster. Jenuh tugas akhir bikin seharian gak karuan nongkrongin laptop, hati mulai gak tenang ngerjain skripsi, stuck in the middle. Lalu saya berdo’a “ya Allah saya butuh motivasi”, meskipun saya tak tau motivasi seperti apa yang bisa membuat saya semangat lagi. Beberapa saat kemudian teman saya menguhubungi saya, meminta saya menyemangatinya. Dia bilang dia jenuh sama tugas akhirnya, mau belajar buat seminar dan sidang, tapi gak maju-maju. Saya menyemangatinya meskipun tak tau harus dengan cara apa karena saya juga mengalami hal yang sama. Ya setidaknya dengan saya menyemangati dia, mungkin bisa membuat dia lebih semangat mengerjakan tugas akhirnya.
Beberapa saat kemudian saya tersenyum, ya beginilah cara kita belajar, jangan hanya mau diberi, tapi kita juga harus mau memberi.
Ketika kita memohon pada Allah kekuatan, Allah memberi cobaan agar kita kuat.
Ketika kita meminta pada Allah kasih sayang, Allah memberi seseorang kepada kita untuk disayangi.
Buat saat ini, ketika saya meminta sama Allah motivasi dan semangat mengerjakan TA, Allah memberi saya seseorang untuk diberi semangat..
Saya mulai paham, secara gak langsung saya harus tetap semangat dan jangan mengeluh lagi karena saya bukan satu-satunya orang yang mengalami kejenuhan ini. :D
#SemangatTugasAkhir
Berkebun yuuuk !! #1
Bandung sekarang berbeda dengan Bandung tempoe doeloe, hal yang signifikan dirasakan adalah suhu kota Bandung yang semakin meningkat. Mungkin bagi sebagian orang yang berasal dari luar kota Bandung saat ini Bandung masih terasa sejuk dibandingkan dengan kota-kota lain, tapi sebenarnya suhu kota bandung sekarang cukup lebih tinggi daripada Bandung yang dulu. Apa yang menyebabkan ini? Tentu berkurangnya ruang hijau di kota Bandung. Dapat kita rasakan mengapa Bandung Utara lebih sejuk daripada Bandung selatan karena intensitas pohon-pohon yang masih bertahan di Bandung Utara lebih banyak daripada di Bandung selatan.
Yang jadi permasalahan kali ini ialah Bandung yang sudah sangat padat, sedikit ruang kosong untuk membuat ruang hijau, tapi sebenarnya itu bukan menjadi alasan untuk tidak MENANAM, MENANAM dan MENANAM. Sebenarnya untuk menanam tidak memerlukan lahan yang cukup luas, kita daat menanam dengan memanfaatkan lahan kosong yang kecil dengan menyesuaikan tanaman yang pas. Bahkan kalau tidak ada lahan yang dapat digunakan untuk menanam pohon, kita dapat menggunakan pot-pot atau dengan instalasi yang dapat kita gunakan untuk menanam di dinding. Untuk saat ini banyak instalasi yang dapat mempermudah kita untuk menanam.
Ada hal menarik yang ingin saya bagi ketika saya mengikuti kegiatan #BDGBerkebun, peserta yang bersamaan dengan saya mengikuti kegiatan ini usianya kebanyakan sektiar 20-30 tahun, ternyata ada seorang Ibu yang sudah sepuh ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tentu dengan usianya yang cukup tua beliau tidak dapat melakukan aktivitas yang berat. Beliau hanya mencakul satu kali, benar-benar satu kalli gerakan, beliau lebih memilih melakukan kegiatan saat menyiram atau menebar benih. Bahkan beliau membuat kelabakan fasilitator kelompok saya karena disuruh ini dan itu. Mulai dari mencangkul, mengangkat pupuk yang berpulu-puluh kilo dan menebarkannya, merapihkan “bedengan” dan mengangkut air untuk menyiram. Tentu itu berbeda dengan kita yang masih muda, kita perlu mencoba melakukan semua tahapan menanam yang dilalui, tapi itu benar-benar seru kok. Kembali ke Ibu tersebut, sangat wajar ketika beliau lebih memilih banyak menginstruksikan perintah-perintah ketimbang melakukannya sendiri, melihat usia beliau yang sudah sepuh, dengan kepolosannya kadang dia membuat panitia acara juga kebingungan dengan pertanyaan-pertanyaannya, tapi yang harus digaris bawahi adalah semangatnya. Beliau bilang sangat menyukai tanaman, sehingga beliau masuk persatuan pencinta tanaman. Untuk seusianya yang mungkin sebaiknya tinggal menikmati kenyamanan rumah, beliau lebih memilih kotor-kotoran dengan kita. Hal yang lebih memalukan lagi beliau lebih banyak pengetahuannya mengenai tanam-menanam daripada saya, selain itu beliau datang dengan peralatan tanam yang komplit sedangkan saya datang dengan tangan kosong. Luar biasa bukan semangatnya.
Semoga kita yang muda tak mau kalah dengan yang tua, Kota Bandung ini akan menjadi warisan untuk generasi muda dan seterusnya. Berjalan-jalan ke mall dan menonton ke bioskop bukan hal yang salah, tapi lebih baik lagi jika kita juga dapat menyediakan waktu kosong untuk menanam atau berkebun. Perlu dicoba untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Selamat mencoba, semoga menjadi HABIT.

Pada akhirnya setiap orang bertanggung-jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai dari sekarang. (Mario Teguh)
The great view at Pangalengan #Snapshot
ONE STEP HIGHER #OneOfMyHopes
kuat dan tangguh #curhat
dengan banyaknya yang terjadi akhir-akhir ini, saya cuma bisa bilang tanpa adanya ujian kita gak akan pernah tau kita sekuat apa..
ini berat tapi akan lebih mudah jika tidak mengeluh, hadapi dan selesaikan.. jadilah wanita TANGGUH :D
“kami menari tanpa musik” #snapshot
mereka bukan benar-benar menari tanpa musik, melainkan mereka tidak dapat mendengarkan sama sekali musik yang mengiringi mereka menari.
mereka merupakan tuna rungu, yang menurut saya tak ada sedikit pun kekurangan dalam diri mereka, menari dengan penuh spirit, gemulai dan kompak.. bahkan bagi mereka alunan musik sudah berada dalam hati mereka.
Sangat sempurna. Hal yang sangat sulit ialah menemukan dan mengoptimalkan potensi yang kita miliki.. dan mereka mendapatkan itu. Congratulation. :D